Di Enrekang Ada Tradisi Rumanggan, Ini Pesan Muslimin Bando

ENREKANG – Masyarakat Enrekang masih terus melestarikan budaya berburu babi. Oleh masyarakat setempat, tradisi tersebut dinamakan rumanggan.

Tradisi tersebut hampir digelar di kecamatan secara bergiliran hampir setiap pekan. Tradisi Rumanggan diikuti oleh ratusan orang dari beberapa kecamatan di Enrekang.

Tradisi tersebut dimaksudkan itu membasmi hama babi hutan yang kerap merusak lahan pertanian warga. Pemerintah Kabupaten Enrekang pun turut andil untuk memfasilitasi tradisi rumanggan tersebut.

Seperti yang terlihat Minggu (1/10/2017). Bupati Enrekang, Muslimin Bando menghadiri pembukaan rumanggan di Desa Kendenan, Kecamatan Baraka.

Ketua Golkar Enrekang itu sangat mengapresiasi tradisi tersebut, lantaran dianggap menjadi salah satu pemersatu etnis di Bumi Massenrempulu.

“Rumanggan adalah suatu budaya pemersatu antara warga mulai dari Salo Karajae sampai Salu Barani, dari Bungin sampai Panassang,” kata Muslimin Bando

Ia berharap, para pejuang rumanggan jangan menyimpan rasa iri ke sesama komunitas dan tetap berhati-hati saat berburu.

“Rumanggan adalah pekerjaan sosial yang sangat berbahaya jadi harus saling menjaga diri karena senjata yang dibawa berupa tombak sangat tajam,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Muslimin Bando mendapatkan hadiah tombak dari salah satu warga sebagai simbol kekayaan Rumanggan.

Buka Pencanangan Kampung KB di Lewaja, Ini Kata Istri Bupati Enrekang

uasana pencanangan kampung Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan lewaja, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (26/9/2017).

ENREKANG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang, Hj Johra MB membuka kegiatan pencanangan kampung Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan lewaja, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (26/9/2017).

Pada kesempatan itu, Johra berharap Enrekang menjadi daerah yang berperan penting dalam menekan pertumbuhan penduduk nasional.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia berada di urutan keempat penduduk terbanyak di dunia. Olehnya itu diperlukan langkah kongkret untuk menekan jumlah pertumbuhan penduduk tersebut.

“Kita harus tekan jumlah penduduk, salah satu caranya adalah pencanangan kampung KB dengan memberi penyuluhan, pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat mulai dari desa,” kata istri Bupati Enrekang, Muslimin Bando itu.

Sebaiknya, kata dia, setiap keluarga idealnya memiliki dua anak saja tapi berkualitas.

“Punya dua orang anak tapi berkualitas itu bagus dibanding banyak tapi tidak bisa dikontrol dan hanya menjadi parasite, terlebih jika mereka tidak produktif di rumah,” tutur ibu empat orang anak ini.