Di Enrekang Ada Tradisi Rumanggan, Ini Pesan Muslimin Bando

ENREKANG – Masyarakat EnrekangĀ masih terus melestarikan budaya berburu babi. Oleh masyarakat setempat, tradisi tersebut dinamakan rumanggan.

Tradisi tersebut hampir digelar di kecamatan secara bergiliran hampir setiap pekan. Tradisi Rumanggan diikuti oleh ratusan orang dari beberapa kecamatan di Enrekang.

Tradisi tersebut dimaksudkan itu membasmi hama babi hutan yang kerap merusak lahan pertanian warga. Pemerintah KabupatenĀ Enrekang pun turut andil untuk memfasilitasi tradisi rumanggan tersebut.

Seperti yang terlihat Minggu (1/10/2017). Bupati Enrekang, Muslimin Bando menghadiri pembukaan rumanggan di Desa Kendenan, Kecamatan Baraka.

Ketua Golkar Enrekang itu sangat mengapresiasi tradisi tersebut, lantaran dianggap menjadi salah satu pemersatu etnis di Bumi Massenrempulu.

“Rumanggan adalah suatu budaya pemersatu antara warga mulai dari Salo Karajae sampai Salu Barani, dari Bungin sampai Panassang,” kata Muslimin Bando

Ia berharap, para pejuang rumanggan jangan menyimpan rasa iri ke sesama komunitas dan tetap berhati-hati saat berburu.

“Rumanggan adalah pekerjaan sosial yang sangat berbahaya jadi harus saling menjaga diri karena senjata yang dibawa berupa tombak sangat tajam,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Muslimin Bando mendapatkan hadiah tombak dari salah satu warga sebagai simbol kekayaan Rumanggan.